Tampilkan postingan dengan label ilmu pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmu pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Keserasian antara Air dan Tumbuh-Tumbuhan

oleh abufaiz9
Topik: Keajaiban

Keajaiban Tampak jelas bahwa air, yang sangat diperlukan bagi kelangsungan makhluk hidup di bumi, adalah zat yang telah dirancang dan diciptakan secara khusus. Salah satu ciri khas air yang terpenting adalah air memiliki “tegangan permukaan” yang besar...

----------

Semua tumbuh-tumbuhan, baik yang besar maupun yang kecil, dari rerumputan sampai pohon-pohon yang tinggi serta beragam jenis bunga, dapat menghantarkan air dan zat-zat makanan atau nutrisi yang mereka bawa dari tanah sampai ke batang-batang dan daun-daun yang paling jauh. Namun, proses transportasi ini tidak hanya terlaksana berkat sistem yang ada dalam tumbuh-tumbuhan saja. Agar transportasi ini berlangsung, sifat air itu sendiri juga perlu selaras dengan struktur di dalam tumbuh-tumbuhan.

Kita dapat melihat keselarasan ini dengan cara mengamati struktur umum air.

Tampak jelas bahwa air, yang sangat diperlukan bagi kelangsungan makhluk hidup di bumi, adalah zat yang telah dirancang dan diciptakan secara khusus. Salah satu ciri khas air yang terpenting adalah air memiliki “tegangan permukaan” yang besar. Tegangan permukaan terjadi jika molekul-molekul di permukaan suatu cairan saling menarik satu sama lain, sehingga menciptakan pembatas antara udara dengan cairan itu. Karena inilah, sebuah wadah air dapat menampung air yang sedikit melebihi tingginya sendiri tanpa meluap atau tumpah. Begitu pula, sebatang jarum logam dapat terapung di air tanpa tenggelam jika secara hati-hati diletakkan pada permukaannya dengan posisi horizontal.

Tegangan permukaan air melebihi cairan manapun yang lainnya, dan hal ini memiliki dampak biologis yang luas bagi bumi. Kita akan mulai dengan memeriksa dampaknya pada tumbuh-tumbuhan.

Tumbuh-tumbuhan, dengan adanya tegangan permukaan, dapat membawa air yang diperoleh di kedalaman tanah sampai beberapa meter tingginya di atas permukaan, semuanya tanpa harus memiliki sistem otot atau pompa. Dalam dunia struktur rancangan manusia, tangki tekanan udara – suatu sistem yang benar-benar rumit -diperlukan untuk membawa air ke lantai atas bangunan apartemen. Namun demikian, tumbuh-tumbuhan tidak punya sistem seperti itu. Air mencapai titik terjauh dari tumbuh-tumbuhan hanya dengan tegangan permukaan. Saluran di akar tumbuh-tumbuhan dan barik-bariknya dirancang sedemikian rupa sehingga memanfaatkan tegangan permukaan air. Semakin ke atas, saluran ini menjadi semakin sempit dan semakin sempit sehingga memungkinkan air “merambat” ke atas. Jika tegangan permukaan air tergolong rendah, seperti pada kebanyakan zat cair lainnya, tumbuh-tumbuhan darat sama sekali tidak akan bisa hidup. Hal ini akan berdampak buruk bagi semua makhluk hidup di planet. Namun demikian, karena air maupun tumbuh-tumbuhan diciptakan dengan sempurna, masalah seperti itu tidak pernah timbul.

Kesesuaian antara tegangan permukaan air dan struktur tumbuh-tumbuhan yang memanfaatkan sifat air ini, menunjukkan penciptaan Allah yang sempurna. Hal ini merupakan bukti penting akan kenyataan bahwa alam dan makhluk hidup terwujud bukan secara kebetulan, tetapi melalui penciptaan Allah.

[Harun Yahya]

Adakah Obat untuk HIV/AIDS Saat Ini?


Ditulis oleh Safri Ishmayana pada 11-07-2005

AIDS merupakan penyakit yang paling ditakuti pada saat ini. HIV, virus yang menyebabkan penyakit ini, merusak sistem pertahanan tubuh (sistem imun), sehingga orang-orang yang menderita penyakit ini kemampuan untuk mempertahankan dirinya dari serangan penyakit menjadi berkurang. Seseorang yang positif mengidap HIV, belum tentu mengidap AIDS. Banyak kasus di mana seseorang positif mengidap HIV, tetapi tidak menjadi sakit dalam jangka waktu yang lama. Namun, HIV yang ada pada tubuh seseorang akan terus merusak sistem imun. Akibatnya, virus, jamur dan bakteri yang biasanya tidak berbahaya menjadi sangat berbahaya karena rusaknya sistem imun tubuh.

Karena ganasnya penyakit ini, maka berbagai usaha dilakukan untuk mengembangkan obat-obatan yang dapat mengatasinya. Pengobatan yang berkembang saat ini, targetnya adalah enzim-enzim yang dihasilkan oleh HIV dan diperlukan oleh virus tersebut untuk berkembang. Enzim-enzim ini dihambat dengan menggunakan inhibitor yang nantinya akan menghambat kerja enzim-enzim tersebut dan pada akhirnya akan menghambat pertumbuhan virus HIV.

HIV merupakan suatu virus yang material genetiknya adalah RNA (asam ribonukleat) yang dibungkus oleh suatu matriks yang sebagian besar terdiri atas protein. Untuk tumbuh, materi genetik ini perlu diubah menjadi DNA (asam deoksiribonukleat), diintegrasikan ke dalam DNA inang, dan selanjutnya mengalami proses yang akhirnya akan menghasilkan protein. Protein-protein yang dihasilkan kemudian akan membentuk virus-virus baru.


Gambar 1A Struktur Virus HIV


Gambar 1B Daur hidup HIV

Obat-obatan yang telah ditemukan pada saat ini menghambat pengubahan RNA menjadi DNA dan menghambat pembentukan protein-protein aktif. Enzim yang membantu pengubahan RNA menjadi DNA disebut reverse transcriptase, sedangkan yang membantu pembentukan protein-protein aktif disebut protease.

Untuk dapat membentuk protein yang aktif, informasi genetik yang tersimpan pada RNA virus harus diubah terlebih dahulu menjadi DNA. Reverse transcriptase membantu proses pengubahan RNA menjadi DNA. Jika proses pembentukan DNA dihambat, maka proses pembentukan protein juga menjadi terhambat. Oleh karena itu, pembentukan virus-virus yang baru menjadi berjalan dengan lambat. Jadi, penggunaan obat-obatan penghambat enzim reverse transcriptase tidak secara tuntas menghancurkan virus yang terdapat di dalam tubuh. Penggunaan obat-obatan jenis ini hanya menghambat proses pembentukan virus baru, dan proses penghambatan ini pun tidak dapat menghentikan proses pembentukan virus baru secara total.

Obat-obatan lain yang sekarang ini juga banyak berkembang adalah penggunaan penghambat enzim protease. Dari DNA yang berasal dari RNA virus, akan dibentuk protein-protein yang nantinya akan berperan dalam proses pembentukan partikel virus yang baru. Pada mulanya, protein-protein yang dibentuk berada dalam bentuk yang tidak aktif. Untuk mengaktifkannya, maka protein-protein yang dihasilkan harus dipotong pada tempat-tempat tertentu. Di sinilah peranan protease. Protease akan memotong protein pada tempat tertentu dari suatu protein yang terbentuk dari DNA, dan akhirnya akan menghasilkan protein yang nantinya akan dapat membentuk protein penyusun matriks virus (protein struktural) ataupun protein fungsional yang berperan sebagai enzim.


Gambar 2 (klik untuk memperbesar)

Gambar 2 menunjukkan skema produk translasional dari gen gag-pol dan daerah di mana produk dari gen tersebut dipecah oleh protease. p17 berfungsi sebagai protein kapsid, p24 protein matriks, dan p7 nukleokapsid. p2, p1 dan p6 merupakan protein kecil yang belum diketahui fungsinya. Tanda panah menunjukkan proses pemotongan yang dikatalisis oleh protease HIV (Flexner, 1998).

Menurut Flexner (1998), pada saat ini telah dikenal empat inhibitor protease yang digunakan pada terapi pasien yang terinfeksi oleh virus HIV, yaitu indinavir, nelfinavir, ritonavir dan saquinavir. Satu inhibitor lainnya masih dalam proses penelitian, yaitu amprenavir. Inhibitor protease yang telah umum digunakan, memiliki efek samping yang perlu dipertimbangkan. Semua inhibitor protease yang telah disetujui memiliki efek samping gastrointestinal. Hiperlipidemia, intoleransi glukosa dan distribusi lemak abnormal dapat juga terjadi.


Gambar 3 (klik untuk memperbesar)

Gambar 3 menujukkan lima struktur inhibitor protease HIV dengan aktivitas antiretroviral pada uji klinis. NHtBu = amido tersier butil dan Ph = fenil (Flexner, 1998).

Uji klinis menunjukkan bahwa terapi tunggal dengan menggunakan inhibitor protease saja dapat menurunkan jumlah RNA HIV secara signifikan dan meningkatkan jumlah sel CD4 (indikator bekerjanya sistem imun) selama minggu pertama perlakuan. Namun demikian, kemampuan senyawa-senyawa ini untuk menekan replikasi virus sering kali terbatas, sehingga menyebabkan terjadinya suatu seleksi yang menghasilkan HIV yang tahan terhadap obat. Karena itu, pengobatan dilakukan dengan menggunakan suatu terapi kombinasi bersama-sama dengan inhibitor reverse transcriptase. Inhibitor protease yang dikombinasikan dengan inhibitor reverse transkriptase menunjukkan respon antiviral yang lebih signifikan yang dapat bertahan dalam jangka waktu yang lebih lama (Patrick & Potts, 1998).

Dari uraian di atas, kita dapat mengetahui bahwa sampai saat ini belum ada obat yang benar-benar dapat menyembuhkan penyakit HIV/AIDS. Obat-obatan yang telah ditemukan hanya menghambat proses pertumbuhan virus, sehingga jumlah virus dapat ditekan.

Oleh karena itu, tantangan bagi para peneliti di seluruh dunia (termasuk Indonesia) adalah untuk mencari obat yang dapat menghancurkan virus yang terdapat dalam tubuh, bukan hanya menghambat pertumbuhan virus. Indonesia yang kaya akan keanekaragaman hayati, tentunya memiliki potensi yang sangat besar untuk ditemukannya obat yang berasal dari alam. Penelusuran senyawa yang berkhasiat tentunya memerlukan penelitian yang tidak sederhana. Dapatkah obat tersebut ditemukan di Indonesia? Wallahu a’lam.

seks seks sesaat

Mugi Fitrianto, Minggu, 2009 Juli 19

Akhir-akhir ini banyak ditemukan berita mengenai penyimpangan seksual. Umumnya yang menjadi korban itu kaum wanita, dan ada pula beberapa kaum pria. Penyimpangan-penyimpangan itu terjadi karena sifat manusia yag ingin mencoba sesuatu yag baru dan aneh.


Dalam bahasa medis, penyimpangan seksual disebut parafilia. Asalnya dari bahasa Yunani, para = samping, philia = cinta. Parafilia digunakan untuk menyebut sifat dan perilaku serta ketertarikan seksual yang di luar kebiasaan serta di luar kewajaran. Ada beberapa macam, antara lain:


Homoseksual, mengacu pada kelainan interaksi seksual dan/atau romantis antasa pribadi yang berjenis kelamin sama. Kata homoseks digunakan untuk hubungan intim dan/atau hubungan seksual di antara orang berjenis kelamin yang sama. Istilah gay pada mulanya digunakan untuk pengacu pada orang-orang yang mengidentifikasi dirinya sebagai homoseks. Tanpa memandang jenis kelamin. Belakangan, gay digunakan untuk mengacu laki-laki homoseksual. Sedangkan kata lesbian digunakan untuk merujuk wanita homoseksual. Homoseksual termasuk perbuatan dosa yang tua. Ribuan tahun yang lalu, kaum Luth di kota Sodom dan beberapa kota tetangga telah melakukan hal ini. Kata sodomi, perbuatan bersetubuh melalui dubur diturunkan dari nama kota Kum Luth ini. Istilah sodomi kemudian menjadi sebutan bagi aksi ngeseks via dubur baik pada pasangan sesama jenis maupun dengan pasangan perempuan, bahkan pada istri sendiri. Entah dengan siapa pun, sodomi dalam kacamata Islam merupakan penyimpangan dan dan termasuk perbuatan maksiat.

Sadomasokisme, sadisme mengacu pada penyimpangan seksual di mana pelaku merasakan kenikmatan seksual saat menyiksa pasangan seksnya. Sedangkan masokisme mengacu pada penyimpangan seksual saat pelaku merasakan kenikmatan seksual saat disiksa pasangannya. Sadomasokismen digunakan untuk menerangkan kemunculan perilaku sadisme atau masokisme pada seseorang sebagai penyimpangan yang berdiri sendiri atau untuk mencakup keduanya.

Eksibisionisme
, masih ingat stiker tidak senonoh bergambar orang yang memperlihatkan pantatnya yang sempat ngetren beberapa waktu lalu? Itulah praktik eksibisionisme. Penyimpangan ini disebut juga apodisofilia ini merupakan penyimpangan seks di mana pelakunya senang memperlihatkan bagian tubuhnya yang seharusnya tertutup kepada orang lain. Penderita penyimpangan seksual ini akan suka dan terangsang jika orang lain takjub, terkejut, takut, jijik, dan lain sebagainya.

Onani atau masturbasi
, Nah ini dia yang sering dilakukan para remaja, Onani atau masturbasi sebenarnya berdefinisi sama, yaitu merangsang alat kelamin sendiri baik dengan tangan maupun alat bantu sehingga mencapai kepuasan seksual atau sampai keluar sperma. Ada yang berpendapat bahwa sebutan onani khusus untuk praktek begituan yang dilakukan laki-laki, sedangkan masturbasi adalah sebutan praktek begituan untuk kedua jenis kelamin, laki-laki dan perempuan.

Fetishisme
, adalah suatu penyimpangan seksual di mana pelakunya suka menyalurkan nafsu seksnya dengan cara beronani dengan benda-benda mati seperti gaun, pipa, bola lampu, dan sebagainya.

Voyeurisme, pelaku penyimpangan seks ini mendapat kepuasan seksual dengan melihat diam-diam atau mengintip orang lain (baik sejenis kelamin atau tidak) yang sedang telanjang, menaggalkan pakaian, atau melakukan hubungan seksual. Kelainan ini disebut juga skopofilia. Anehnya, pelaku voyeurisme sama sekali tidak mengiginkan berhubungan seksual dengan orang yang diintip. Ia cuma berharap memperoleh kepuasan orgasme dengan cara masturbasi selama atau sesudah mengintip. Berbeda dengan orang yang normal, penderita voyeurisme sudah terpuaskan tanpa harus melakukan senggama. Nggak seperti anggapan orang, voyeurisme tidak dapat dilekatkan kepada penggemar film dan pertunjukan porno, karena para pemain film itu dengan sengaja menghendaki dan menyadari bahwa mereka akan ditonton orang lain. Sebutan voyeurisme hanya berkaitan dengan intip-mengintip. Voyeurisme sejati tidak akan terangsang jika melihat seseorang yang tidak berpakaian dihadapannya. Mereka hanya terangsang dengan melakukan pengitipan. Dengan mengintip mereka mampu mempertahankan keunggulan seksual tanpa mengalami resiko kegagalan atau penolakan dari pasangan yang nyata.

Pedofilia, adalah kondisi orang yang mempunyai ketertarikan atau hasrat seksual terhadap anak-anak yang belum memasuki masa remaja. Istilah ini seringkali ditujukan kepada orang-orang dewasa yang memiliki kondisi ini. Kadang istilah ini juga digunakan untuk merujuk kepada pelaku pelanggaran seksual kepada anak-anak.

Gerontofilia, kalo di atas suka sama anak-anak yang ini malah suka pada yang sudah kempot bin reyot. Gerontofilia adalah suatu perilaku penyimpangan seksual dimana sang pelaku tertarik dan mencari kepuasan kepada orang yang sudah berusia lanjut alias nenek-nenek atau kakek-kakek.

Bestialitas, adalah hubungan seksual antara manusia dengan binatang, contohnya manusia dengan kuda, anjing, sapi, kambing, ayam, bebek, kucing, babi, simpanse. Jika bestialitas adalah sebutan untuk aktivitas seksualnya, maka kecenderungan atau ketertarikan seksual manusia terhadap binatang disebut zoofilia.

Nekrofilia, adalah penyimpangan seksual dimana pelakunya suka ngeseks sama orang yang udah mati alias mayat. Dalam bahasa Yunani, nekro berarti mayat. Kelainan ini disebut juga thanatofilia atau necrolagnia. Masak ada yang beginian? Disebut-sebut tentu saja ada. Beberapa kebudayaan kuno melakukan beginian sebagai media berkomunikasi dengan jin. Sebagian ilmu sihir asli negeri ini juga mensyaratkan praktik menjijikkan ini juga. Dalam lintasan sejarah, tercatat Sersan Bertrand dari resimen ke-74 militer Prancis pernah membongkar kuburan beberapa wanita dan berhubungan seks dengan mayat wanita itu. Guido Henckel von Donnersmarck (mati 1916 M) juga diduga melakukannya dengan mayat istri pertamanya yang ia simpan dalam tangki alkohol raksasa. Ada juga orang bernama Henri Blot yang membongkar kuburan seorang penari balet, Fernande Mery, pada Maret dan Juni 1886M dan berhubungan seks dengan mayat itu.

Frotteurisme, merupakan kelainan seksual dimana pelakunya mendapatkan kepuasan seks dengan jalan menggesek-gesekkan bagian tubuhnya ke orang lain di tempat umum seperti kereta, pesawat, bis, atau konser musik. Aksi gesek-menggesek ini biasanya dilakukan dengan tangan atau juga dengan alat kelamin yang dikenakan pada sembarang tubuh korban, termasuk pada area kelamin korban. Mayoritas pelakunya adalah laki-laki dan kebanyakan korbannya adalah perempuan, walau ada juga perempuan yang melakukannya kepada laki-laki atau laki-laki kepada sesamanya. Orang dewasa yang melakukannya ke anak kecil juga ada.

Zina, adalah hubungan seksual yang dilakukan dengan orang yang bukan pasangan sah-nya, alias bukan suaminya atau bukan istrinya. Dengan definisi ini, sepasang remaja yang belum menikah jika nge-seks maka mereka disebut berzina. Seorang pria yang nge-seks sama wanita yang bukan istrinya juga disebut berzina. Ini juga termasuk incest, alias hubungan sedarah, atau hubungan seks sesame anggota keluarga sendiri non suami-istri seperti antara ayah dengan anak ceweknya, ibu dengan anak cowoknya, kakak dengan adiknya.

fungsi dari stratifikasi sosial

Stratifikasi sosial digunakan untuk menunjukan ketidaksamaan dalam masyarakat manusia. Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa banyak dimensi dalam stratifikasi sosial akan tetapi tidak semua dimensi akan ditulis dalam makalah ini mengingat keterbatasan pengetahuan saya soal hal ini. Namun beberapa stratifikasi yang menurut saya penting akan saya tuliskan. Pertama, perbudakan seperti yang kita tahu pada sistem seperti ini masyarakat di bagi menjadi dua pemilik budak dan budak. Dimana seseorang atau kelompok orang dimiliki sebagai hak milik seseorang. Namun hal ini sudah lama tidak berlaku lagi saat ini. Salah satu penyebab adanyanya budak adalah perang. Dimana pihak yang kalah kemudian dijadikan tawanan kerja paksa.. Kedua, kasta hal ini berhubungan dengan kepercayaan bansa India dimana mereka percaya terhadap reinkarnasi bahwa manusia akan dilahirkan kembali, dan setiap orang wajib menjalani hidupnya sesuai dengan kastanya, dan bagi mereka yang tidak menjalankan kewajiban sesuai kastanya maka dalam kehidupan mendatang akan dilahirkan kembali didalam kasta yang lebih rendah. Setiap orang dalam sistem kasta ini mendapatkan tingkatan kastanya berdasarkan kasta keluarga merekaung.
selain itu fungsi dari stratifikasi sosial adalah:
1.sistim darar mendapatkan indifidu dalam posisi tertentu dalam masyarakat
2.dasar pendistribusian hak dan kewajiban
3.mengatur pola hubungan antara individu
4.sebagai dasar mobilitas sosial
by ; hazry dan bu Suhartati