pelayanan khusus wanita

Seorang pria yang sedang mengadakan perjalanan dengan pesawat terbang tiba-tiba ingin buang air. Akan tetapi setiap kali ia pergi ke toilet, selalu saja toilet itu terisi. Seorang pramugari melihat keadaan ini, ia lalu menganjurkan pria tadi untuk menggunakan toilet wanita dengan catatan tidak menekan tombol-tombol yang ada di dekat toilet tersebut. Ternyata tombol-tombol itu memang ada didekat tempat tissue, pada tombol-tombol itu tertulis huruf “WW”, “WA”, “PP”, “ATR”. Karena penasaran, pria tadi tidak mengindahkan pesan sang pramugari dan mencoba untuk menekan tombol-tombol itu. Dengan hati-hati ia menekan tombol “WW” dan seketika air hangat menyemprot pantatnya.. dalam hati ia berkata, “Oh.. rupanya tombol ini berarti Warm Water (air hangat) untuk cebok, wah enak ya perempuan kalau ke toilet..”. Karena ia masih penasaran, lalu ia mencoba menekan tombol “WA”, dan seketika bertiuplah udara hangat (Warm Air) untuk mengeringkan pantatnya yang basah. Ia berpikir, “Tidak heran kalau perempuan betah berlama-lama didalam toilet dengan pelayanan seperti ini…!!”. Lalu ia menekan tombol “PP” dengan sangat berhati-hati sambil meng-antisipasi kemungkinan yang akan terjadi. Sebuah bantalan bedak (Powder Puff) keluar dari samping lalu membedaki pantatnya yang sudah kering dengan bedak halus. “Man.. this is great.. sangat hebat pelayanan seperti ini!!!”, katanya dalam hati. Kemudian ia menekan tombol “ATR”. Tahu-tahu ia bangun dan tersadar di sebuah kamar rumah sakit dan ditangannya telah menempel selang infus.. ia sangat heran, lalu ia bertanya kepada perawat yang sedang bertugas.. ia menerangkan bahwa yang ia ingat adalah ia sedang berada didalam toilet wanita didalam pesawat. Sang perawat kemudian menjelaskan, “Ya.. anda pasti sedang menikmati pelayanan di pesawat yang ditujukan untuk wanita.. sampai ketika anda menekan tombol ATR yang artinya adalah Automatic Tampon Removal (Pelepas Pembalut Otomatis).. dan buah zakar anda tertarik oleh alat itu…”.

Perkelahian di Bar

Pada suatu hari ada seorang pemuda sedang duduk santai di bar. Lalu seorang preman yang kelihatannya sedang mabuk datang menghampirinya, tiba-tiba dia menendang si pemuda sambil berkata, “Ini Karate dari Jepang!!!”. Pemuda itu tetap diam dan si preman memukulnya lagi sambil berkata, “Ini Boxing dari Amerika!!!”. Pemuda itu tetap diam dan si preman memukulnya kembali sambil berkata, “Ini Kung Fu dari Cina!!!”. Tiba-tiba si pemuda keluar dari bar, setelah beberapa saat si pemuda datang dan memukul si preman, “Bruuuk…”. Si preman langsung pingsan tidak sadarkan diri. Lalu si pemuda pergi ke tempat penjaga bar untuk titip pesan, “Pak, kalau si preman sudah sadar tolong katakan padanya, INI LINGGIS DARI GUDANG!”.

Koneksi yang putus tiba-tiba

mmm... nih berdasarkan pengalaman Mr.lutvanouz.. ane harap ente maklumi cara2 saya..

Ketika sedang asyik-asyiknya, tiba-tiba koneksi Anda ke Internet terputus secara tiba-tiba. Kemungkinan modem Anda terlalu penuh dengan data. Pada desktop komputer, klik kanan icon "My Computer", lalu pada menu yang muncul, pilihlah "Properties". Dalam Menu pop up yang muncul cari dan pilih "Device Manager".Kemudian klik kanan nama "Modem" Anda, sehingga muncul konteks menu dan pilih "Properties", dan pada daftar "Maximum Speed", pilih setting yang lebih rendah ( setingkat di bawah yang sedang dipilih ). Walaupun ini mungkin akan memperlambat modem Anda, langkah ini akan membuat modem Anda tidak memutuskan koneksi ke internet.

Memerangi Layar Biru

Layar Biru, sisi paling menyebalkan dari Windows - tampilan General Protection Fault - "A fatal exception XY has occured at xx:zz in XYZ. The current application will be terminated".

Mau tidak mau WIndows pun harus di-restart. Jika Anda seringkali melihat GPF, berarti PC Anda memiliki dua atau lebih DLL yang bermasalah. Jangan takut, bersiaplah untuk menggali Windows dalam-dalam dan melihat apa yang menyebabkan masalahnya.

  • Periksa Driver . Pusat pengendali dan konfigurasi seluruh driver dalam Windows terletak pada Device Manager ( dapat diakses cepat melalui klik kanan My Computer dan memilih Properties). Di sini banyak kesalahan konfigurasi yang langsung terlihat saat menjalankannya: Bila ada 'tanda tanya', 'tanda seru kuning', atau 'tanda palang merah' pada salah satu device, berturut-turut hal ini berarti Windows tidak dapat mengenalinya, tidak berfungsi dengan benar, ataupun tidak aktif. Dialog Properties menggambarkan penyebab masalah dengan sebuah kalimat pendek. Konflik resources, misalnya penggunaan sebuah interrupt oleh beberapa komponen akan ketahuan. Sering laporannya berbunyi "Sebuah perangkat yang tersambung tidak berfungsi benar" atau "Drivernya tidak terinstalasi atau belum sepenuhnya terinstalasi". Dengan laporan kesalahan yang kurang informatif semacam itu mungkin diperlukan instalasi ulang driver. Bila memang demikian, gunakan kesempatan tersebut untuk men-download driver terbaru dari website produsennya. Untuk instalasi driver baru, sayangnya tidak tersedia panduan standard. Mungkin sebelum instalasi ada baiknya Anda perlu menyingkirkan driver yang lama atau menghapus simbol device dari Device Manager. Yang terbaik, ikuti saja panduan instalasi dari masing-masing produsen driver.

  • Gunakan Driver terbaru. Walaupun Device Manager tidak menampilkan pesan kesalahan instalasi, driver bisa saja tidak berfungsi pada sistem. Banyak konflik dan ketidakcocokan hanya tampil sesekali, sehingga Windows tidak langsung dapat mengetahuinya. Meskipun demikian tak perlu menggunakan tool Disassemler, Debugger atau Logic-Analyzer. Kebanyakan produsen melaksanakan pekerjaan rumahnya dan dengan cepat menyediakan update untuk mengatasi bug yang ada. Yang sering jadi masalah adalah driver untuk Graphic Card dan Chipset Motherboard. Tetapi pada dasarnya setiap komponen dapat menyebabkan crash sistem. Karena itu sebaiknya gunakan driver terbaru untuk setiap perangkat (motherboard, graphic card, sound card, network card, dll) yang tersedia pada website produsen masing-masing. Khusus bagi motherboard, bisa diperlukan 5 hingga 6 paket driver (untuk controller IDE, dukungan AGP, USB, dll). Bila Anda tidak mengenal produsen board atau graphic card, atau produsennya tidak menawarkan update, gunakan driver referensi produsen chipset (Intel, VIA, ALI atau SiS untuk board - NVDIA atau S3 untuk graphic card). Bila Anda ragu atau tidak mengetahui mereknya, lihat nama driver atau tulisan pada chip agar dapat mengenali siapa produsennya. Setelah instalasi semua driver baru, Anda tidak hanya memiliki driver yang telah diperbaiki dan biasanya lebih cepat, tetapi juga membuat sebuah sistem yang lebih stabil.

  • Uninstall program baru. Jika PC Anda berhenti bekerja atau mengunci setelah Anda menginstall sebuah program baru, unistall program tersebut. Jika memang ini penyebabnya, komputer Anda akan segera normal kembali.

  • Periksa DLL-nya Dynamic Link Libraries adalah program kecil yang menggunakan - dan seringkali digunakan bersama - oleh aplikasi-aplikasi Windows. Pertama kali, carilah apakah ada dua atau lebih DLL yang sama. Bandingkan versi-versi yang ada, lalu hapuslah yang lebih lama. Ikuti langkah-langkah berikut : Dari desktop Windows, tekan F3, yang memunculkan kotak Find: All Files (atau kotak Search Results pada Windows Me). Pastikan Include subfolders diberi tanda check (pada Windows Me "Advance Options dan Search Subfolders) dan field "Look in" menampilkan My Computer, lalu ketikkan *.dll pada field "Named". Jendela hasil akan dipenuhi file. Sortirlah file-file tersebut dengan memilih View-Details dan mengklik heading kolom "Name". Tip pencarian : untuk mempermudah pencarian, pertamakali carilah DLL yang menyebabkan sebagian besar masalah. Biasanya adalah file yang diawali dengan huruf berikut: BWCC, CO, CTL, MFC, MSV, dan OLE. Gunakan trik "wild card" ( * dan ? ) dan .dll setelah setiap set huruf tersebut. Sebagai contoh, mengetikkan MFC*.dll akan mencari semua DLL yang diawali dengan MFC.

  • Bandingkan duplikatnya. Untuk melakukannya, klik kanan setiap file duplikat, pilih Properties, dan klik tab Version. Lalu bandingkan versi-versi tersebut. Perlu diingat, Tanggal tidaklah penting, yang lebih pentih adalah versinya.

  • Gantilah nama DLL. Jika Anda mendapati DLL dengan nomor versi yang lebih rendah pada sebuah folder Windows System, jangan hapus DLL tersebut. Sebaliknya, sorotlah file tersebut dan tekan F2 untuk mengubah nama ekstensi file menjadi .d_l. Melakukan hal ini akan membuat versi lama tersebut tetap ada tetapi tidak bisa dijalankan, dan memaksa program untuk mencari DLL yang benar ke folder System. Setelah mengubah setiap nama DLL ini, restarlah PC Anda. Jika tidak ada masalah, ubahlah nama DLL lama lainnya. Jalan pintas : Downloadlah DLL Checker (www.vb2java.com), sebuah program shareware yang mencari dan menyorot DLL yang jumlahnya lebih dari satu; dengan cara ini pengubahan nama DLL dapat diakukan dengan cepat dan mudah.

  • Update BIOS Anda. Bila segala update driver dan manipulasi DLL tidak banyak menolong, sudah saatnya Anda masuk ke dalam BIOS atau disebut induk semua driver. Update BIOS juga tersedia pada website produsen BIOS bersangkutan. Sebuah referensi BIOS untuk motherboard tidak ada. Berhubung saat meng-update BIOS Anda mengakses jantung PC, ikuti dengan cermat panduan produsen dan lakukan langkah demi langkah pengamanan, misalnya backup BIOS yang lama. Soalnya bila updatenya gagal, seluruh board tidak dapat dipakai. Setelah Update, jalankan sistem dengan setting standard (default). Bila PC berjalan stabil, Anda dapat mulai mengoptimalkan BIOS.

  • Mendiagnosa Hardware : Mencari sumber masalah secara sistematis. Bila tip di atas tidak membawa hasil, mungkin kesalahan terletak pada hardware. Tidak perlu ragu, tanpa lulus studi fisika atau elektro pun Anda bisa mencari penyebabnya. Setelah casing dibuka, pertama-tama periksa semua komponen: Apakah prosesor telah dipasangkan dengan baik pada soket atau slotnya. Demikian juga modul RAM, kartu ISA atau PCI dalam slot masing-masing. Perlu juga diperhatikan graphic card AGP yang sering membuat masalah, karena kontaknya dengan slot AGP sangat sensitif dan gampang bermasalah jika graphic card tidak tepat pada dudukannya. Periksa juga semua hubungan kabel. Bila kontak catu daya untuk harddisk tidak stabil dapat menyebabkan crash. Demikian pula kabel printer yang tidak dihubungkan dengan benar. Disamping itu Anda dapat memeriksa, apakah ada komponen yang menunjukkan tanda-tanda anomali (misalnya kondensator jadi berwarna atau sebagainya). Komponen tertentu bisa langsung terlihat bila mengalami kerusakan. Terakhir, hidupkan PC dalam keadaan casing yang terbuka dan periksa, apakah semua kipas berfungsi, baik itu kipas untuk CPU, graphic card, dan daya. Komponen yang membutuhkan pendinginan aktif dapat berhenti berfungsi jika kipasnya tidak jalan. Bila dengan semua tip di atas Anda belum berhasil, hanya satu yang dapat dilakukan: Singkirkan semua komponen, kecuali processor, RAM, harddisk dan graphic card. Bila PC berjalan stabil dalam konfigurasi minimal tersebut, kembalikan satu persatu komponen lainnya yang dilepas ke tempat masing-masing.

Tips : Membuat Jaringan Wi-Fi


Anda dapat membuat jaringan rumah atau kantor kecil tanpa menggunakan access point atau hub/router. Seperti halnya jaringan peerto-peer pada jaringan yang menggunakan NIC. Tidak hanya itu, jaringan peer-to-peer dengan Wi-Fi dapat dilakukan dengan lebih dari dua komputer dan dengan kecepatan yang jauh lebih besar.

1. Aktifkan Wi-Fi Anda
Langkah pertama yang paling penting adalah mempersiapkan perangkat jaringan wireless Anda dan mengaktifkannya. Cara mengaktifkan fitur Wi-Fi pada setiap komputer cukup beragam. Ada yang harus menekan tombol khusus baru kemudian aktif. Ada juga yang cukup mengaktifkannya melalui layar Windows Anda. Untuk mengaktifkannya melalui layar monitor; buka Control Panel, Network Connection, pada icon Wireless Network Connection klik kanan dan pilih Enable. Setelah itu, klik kanan kembali dan pilih View Available Wireless Network. Jika pada layar ada sebuah koneksi wireless tersedia, Anda tinggal pilih kemudian tekan tombol Connect.

2. Buat Jaringan Wi-Fi Sendiri
Namun bila koneksi Wi-Fi belum tersedia, Anda memang harus membuatnya sendiri. Apalagi pada komputer pertama sekali yang akan digunakan untuk jaringan. Caranya cukup pergi ke Control Panel, pilih Network Connection. Kemudian pada halaman NetworkConnection pilih Wireless Network Connection. Klik kanan kemudian pilih Properties. Setelah itu, buka halaman Wireless Network. Pada halaman ini berikan tanda centang pada Use Windows to configure my wireless network settings. Kemudian tekan tombol Add di bagian Prefered Networks.

3. Namakan Koneksi
Langkah kedua adalah menamakan koneksi wireless yang akan Anda buat. Nama koneksi dapat terserah diberikan, pengetikan nama koneksi dilakukan dalam boks SSID. Jika Anda ingin memiliki password untuk jaringan ini, pada opsi The key is provided for me automatically hapus tanda centang. Kemudian pada drop down menu

Network Authentication, pilih Open atau Shared untuk menggunakan network key WEP atau memilih WPA-None untuk memilih menggunakan network key WPA. WPA memang lebih baik, namun tidak semua perangkat mendukungnya. Kemudian masukkan kuncinya pada kolom Network key dan Confirm network key.

4. Berikan Password WEP
Bila Anda memilih untuk memberikan password atau key secara manual, maka pada layar selanjutnya Anda akan dipertanyakan password tersebut. Bila Anda menggunakan password WEP (Wired Equivalent Privacy) ada aturan penggunaannya, yaitu hanya diperbolehkan 5 atau 13 karakter untuk penulisan password yang hanya menggunakan 1 jenis karakter. Untuk dua jenis karakter (angka dan huruf) hanya diperbolehkan sebanyak 10 atau 26 karakter. Perlu diingat bahwa semakin panjang dan rumit password akan semakin baik.

5. Berikan Password WPA
Anda dapat juga memberikan password WPA (Wi-Fi Protected Access). Pada penggunaan password WPA aturan yang harus ditaati adalah jumlah karakter yang dapat digunakan antara 8 sampai 63 untuk satu jenis karakter dan 64 karakter untuk lebih dari satu jenis karakter. Setelah selesai nanti, Anda dapat mencetak password ini untuk kemudian digunakan menambah komputer ke dalam jaringan nantinya. Dan perlu diingatkan bahwa penggunaan kunci WPA tidak selalu dapat diterapkan di setiap komputer. Ada beberapa perangkat jaringan nirkabel yang tidak dapat menerima kunci WPA.

6. Ad Hoc
Satu lagi yang perlu dilakukan adalah menjadikannya jaringan Ad Hoc. Jaringan Ad Hoc adalah jaringan yang hanya menghubungkan komputer ke komputer tanpa melalui sebuah hub atau router sebagai access point. Untuk jaringan nirkabel rumahan atau kantor kecil cukup menggunakan jaringan jenis ini. Oleh sebab itu, salah satu yang tidak boleh dilewatkan adalah memberikan tanda centang pada opsi This is a computer-to-computer (ad-hoc) network, wireless access points are not used. Opsi ini terletak di bagian paling bawah layar Association. Setelah selesai tekan OK.

7. Mulai Buat Jaringan Baru
Langkah selajutnya adalah membuat jaringan baru menggunakan koneksi yang sudah ada. Langkah pertama dalam membuat jaringan Anda cukup mengikuti wizard yang ada untuk membuat jaringan biasa. caranya masuk ke Control Panel. Kemudian pilih Network Setup Wizard. Ikuti petunjuk yang diberikan. Pada saat wizard mulai dijalankan, Anda akan diminta untuk memeriksa kembali perangkat jaringan yang akan digunakan. Apakah sudah lengkap atau belum. Jika sudah lengkap Anda dapat melanjutkan. Jika belum pastikan terlebih dahulu semua perangkat sudah terpasang dan terinstal dengan baik.

sumber: PC MEDIA

Anda dapat membuat jaringan rumah atau kantor kecil tanpa menggunakan access point atau hub/router. Seperti halnya jaringan peerto-peer pada jaringan yang menggunakan NIC. Tidak hanya itu, jaringan peer-to-peer dengan Wi-Fi dapat dilakukan dengan lebih dari dua komputer dan dengan kecepatan yang jauh lebih besar.

1. Aktifkan Wi-Fi Anda
Langkah pertama yang paling penting adalah mempersiapkan perangkat jaringan wireless Anda dan mengaktifkannya. Cara mengaktifkan fitur Wi-Fi pada setiap komputer cukup beragam. Ada yang harus menekan tombol khusus baru kemudian aktif. Ada juga yang cukup mengaktifkannya melalui layar Windows Anda. Untuk mengaktifkannya melalui layar monitor; buka Control Panel, Network Connection, pada icon Wireless Network Connection klik kanan dan pilih Enable. Setelah itu, klik kanan kembali dan pilih View Available Wireless Network. Jika pada layar ada sebuah koneksi wireless tersedia, Anda tinggal pilih kemudian tekan tombol Connect.

2. Buat Jaringan Wi-Fi Sendiri
Namun bila koneksi Wi-Fi belum tersedia, Anda memang harus membuatnya sendiri. Apalagi pada komputer pertama sekali yang akan digunakan untuk jaringan. Caranya cukup pergi ke Control Panel, pilih Network Connection. Kemudian pada halaman NetworkConnection pilih Wireless Network Connection. Klik kanan kemudian pilih Properties. Setelah itu, buka halaman Wireless Network. Pada halaman ini berikan tanda centang pada Use Windows to configure my wireless network settings. Kemudian tekan tombol Add di bagian Prefered Networks.

3. Namakan Koneksi
Langkah kedua adalah menamakan koneksi wireless yang akan Anda buat. Nama koneksi dapat terserah diberikan, pengetikan nama koneksi dilakukan dalam boks SSID. Jika Anda ingin memiliki password untuk jaringan ini, pada opsi The key is provided for me automatically hapus tanda centang. Kemudian pada drop down menu

Network Authentication, pilih Open atau Shared untuk menggunakan network key WEP atau memilih WPA-None untuk memilih menggunakan network key WPA. WPA memang lebih baik, namun tidak semua perangkat mendukungnya. Kemudian masukkan kuncinya pada kolom Network key dan Confirm network key.

4. Berikan Password WEP
Bila Anda memilih untuk memberikan password atau key secara manual, maka pada layar selanjutnya Anda akan dipertanyakan password tersebut. Bila Anda menggunakan password WEP (Wired Equivalent Privacy) ada aturan penggunaannya, yaitu hanya diperbolehkan 5 atau 13 karakter untuk penulisan password yang hanya menggunakan 1 jenis karakter. Untuk dua jenis karakter (angka dan huruf) hanya diperbolehkan sebanyak 10 atau 26 karakter. Perlu diingat bahwa semakin panjang dan rumit password akan semakin baik.

5. Berikan Password WPA
Anda dapat juga memberikan password WPA (Wi-Fi Protected Access). Pada penggunaan password WPA aturan yang harus ditaati adalah jumlah karakter yang dapat digunakan antara 8 sampai 63 untuk satu jenis karakter dan 64 karakter untuk lebih dari satu jenis karakter. Setelah selesai nanti, Anda dapat mencetak password ini untuk kemudian digunakan menambah komputer ke dalam jaringan nantinya. Dan perlu diingatkan bahwa penggunaan kunci WPA tidak selalu dapat diterapkan di setiap komputer. Ada beberapa perangkat jaringan nirkabel yang tidak dapat menerima kunci WPA.

6. Ad Hoc
Satu lagi yang perlu dilakukan adalah menjadikannya jaringan Ad Hoc. Jaringan Ad Hoc adalah jaringan yang hanya menghubungkan komputer ke komputer tanpa melalui sebuah hub atau router sebagai access point. Untuk jaringan nirkabel rumahan atau kantor kecil cukup menggunakan jaringan jenis ini. Oleh sebab itu, salah satu yang tidak boleh dilewatkan adalah memberikan tanda centang pada opsi This is a computer-to-computer (ad-hoc) network, wireless access points are not used. Opsi ini terletak di bagian paling bawah layar Association. Setelah selesai tekan OK.

7. Mulai Buat Jaringan Baru
Langkah selajutnya adalah membuat jaringan baru menggunakan koneksi yang sudah ada. Langkah pertama dalam membuat jaringan Anda cukup mengikuti wizard yang ada untuk membuat jaringan biasa. caranya masuk ke Control Panel. Kemudian pilih Network Setup Wizard. Ikuti petunjuk yang diberikan. Pada saat wizard mulai dijalankan, Anda akan diminta untuk memeriksa kembali perangkat jaringan yang akan digunakan. Apakah sudah lengkap atau belum. Jika sudah lengkap Anda dapat melanjutkan. Jika belum pastikan terlebih dahulu semua perangkat sudah terpasang dan terinstal dengan baik.

sumber: PC MEDIA

Cara Membuat Virus Dalam Sekejab

Masih ingat dengan virus Aksika? Virus “open source” yang satu itu memang memiliki banyak sekali varian. Tidak heran karena source code-nya memang disedia kan bebas di Internet, jadi siapapun dapat dengan mudah mengubah dan meng-compile source code-nya dan jadilah varian baru.
Berawal dari kemudahan itulah, banyak virus maker ataupun programer pemula mencoba–coba untuk membuat virus tanpa perlu repot. Paling yang dibutuhkan hanyalah pengetahuan seputar operating system dan programming.
Namun kemudahan itu belum seberapa, bila dibandingkan dengan menggunakan program Virus Generator. Dari namanya saja, kita sudah dapat mengira kegunaan dari program tersebut. Ya, Virus Generator merupakan program untuk dapat membuat virus secara mudah dan instan.
Bermula dari sampel sebuah virus yang lumayan banyak dikirimkan oleh pembaca kepada kami. PC Media Antivirus mengenalnya dengan nama Gen.FFE-Fajar, namun antivirus lain ada juga yang menyebutnya dengan nama Brontok.D. Dengan penyelidikan sederhana akhirnya diketahui bahwa virus tersebut dibuat menggunakan Virus Generator.
Fast Firus Engine (FFE)
Pembuat Generator tersebut menamakan program buatannya itu dengan nama Fast Firus Engine. Seperti yang terlihat pada program ataupun situs pembuatnya, ia memberitahukan bahwa program ini hanya untuk tujuan pembelajaran dan tidak untuk tindakan merusak. Namun tetap saja, bila program ini sudah jatuh ke tangan yang salah, pasti akan digunakan untuk pengrusakan.
Virus Generator ini dibuat menggunakan bahasa Visual Basic dan di-compress menggunakan packer tELock. Dalam paketnya terdapat dua buah file, yakni Fast Firus Engine.exe dan data.ex_. Fast Firus Engine. exe merupakan program utama dalam pembuatan virusnya dan sementara file data.ex_ sebenarnya merupakan badan virus asli yang belum dimodifi kasi.
Saat file Fast Firus Engine.exe dijalankan, maka pengguna akan dihadapkan pada sebuah interface. Anda hanya disuruh mengisikan nama virus, nama pembuat, dan pesan-pesannya. Lalu dengan menekan tombol Generate, maka jadilah virus Anda.
Cara kerja dari Generator tersebut sebenarnya sangat sederhana. Ia hanya menambahkan data yang Anda masukkan tadi ke bagian akhir file virus asli (data.ex_). Nantinya informasi tersebut digunakan oleh virus dalam proses infeksi.
Bagaimana Virus Menginfeksi?
Virus hasil ciptaan FFE memang terlihat sederhana. Sama seperti Generatornya, ia juga dibuat menggunakan bahasa Visual Basic yang di-compile dengan metode Native- Code. Lalu di compress menggunakan tELock agar ukurannya semakin kecil. Virus ini memiliki ukuran tubuh asli sebesar 55.296 bytes.
Saat virus kali pertama dieksekusi, ia akan membuat beberapa file induk di beberapa lokasi. Seperti di direktori \%WINDOWS%\, akan terdapat file dengan nama.exe, Win32 exe, activex.exe, dan %virusname% (nama virus sesuai yang diisikan oleh sang pembuatnya pada Generator). Di \%WINDOWS%\ %system32%\ akan terdapat file copy.pif, _default.pif, dan surif.bin. Selain itu, ia juga mengubah atau membuat file Oeminfo.ini yang merupakan bagian dari System Properties. Jadi apabila komputer Anda terinfeksi oleh virus hasil generate dari FFE, maka pada System Properties akan terdapat tulisan “Generated by Fast Firus Engine”.
Di direktori \%WINDOWS%\%System%\ akan terdapat beberapa file induk lagi yang menggunakan nama yang sama seperti file system milik Windows, seperti csrss.exe, winlogon.exe, lsass.exe, smss.exe, svchost. exe, dan winlogon.exe.
Dan tak lupa, pada root drive pun akan terdapat file dengan nama “baca euy.txt” yang berisikan pesan–pesan dari si pembuat virus. Jadi pada saat membuat virus dengan menggunakan Generator tersebut, maka pembuatnya akan disuguhkan beberapa kotak input, seperti Author of the virus, Name of the virus, dan Messages. Nah, isi dari kotak messages ini yang nantinya ditampilkan pada file “baca euy.txt” tersebut.
Setelah virus berhasil meng-copy-kan file induknya ke dalam sistem tersebut, ia akan menjalankan file induk tadi, sehingga pada memory akan terdapat beberapa process virus, seperti csrss.exe, winlogon.exe, lsass. exe, smss.exe, svchost.exe, dan winlogon.exe. Nama process yang mirip dengan process/services milik Windows tersebut mungkin sengaja untuk mengecoh user. Untuk membedakannya, Anda dapat melihat path atau lokasi process tersebut dijalankan. Process virus ini biasanya berjalan di direktori System sementara process/services milik Windows yang running biasanya berasal dari direktori System32.
Mengubah Registry
Virus ini menambahkan beberapa item startup pada registry agar pada saat memulai Windows ia dapat running secara otomatis atau untuk mengubah setting-an Windows agar sesuai keinginannya. Informasi mengenai registry yang diubahnya tidak akan dapat dengan mudah kita lihat karena dalam kondisi terenkripsi.
Yang ia ubah adalah seperti nilai dari item Userinit, yakni dengan menambahkan parameter ke file induk. Pada key HKEY_CURRENT_ USER\Software\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Windows\Load juga akan diubah itemnya agar mengarah ke file induknya dengan nama Activex.exe. Pada HKEY_CURRENT_USER \Software\Microsoft\ Windows\CurrentVersion\Run\ akan terdapat item baru dengan nama present. Key HKEY_ LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\ Windows\CurrentVersion\Run\ akan terdapat item baru juga dengan nama Default dan %username%, username di sini merupakan nama user yang sedang aktif saat itu.
Virus hasil generate dari FFE juga mengubah shell extension untuk file .exe, yakni dengan mengubah type information dari Application menjadi File Folder. Setting-an folder Options juga diubah agar tidak menampilkan extension dan setiap fi le dengan attribut hidden. Dan agar dapat aktif pada safe-mode, ia pun mengubah nilai dari item SafeBoot.
Dengan menggunakan bantuan registry Image File Execution Options, virus ini juga menambahkan item baru pada section tersebut dengan nama cmd.exe, msconfi g.exe, regedit.exe, dan taskmgr.exe. Maksudnya adalah agar setiap user yang mengakses program dengan nama file seperti itu, maka akan di-bypass oleh Windows dan dialihkan ke file induk si virus.
Bagaimana Virus Menyebar?
Virus ini dapat menyebar melalui media penyimpan data seperti flash disk. Saat Anda mencolokkan flash disk pada komputer yang terinfeksi, maka pada flash disk tersebut akan terdapat beberapa file baru, seperti explorer.exe, %virusname%.exe, dan msvbvm60.dll. Juga beberapa file pendukung seperti desktop.ini, autorun.inf agar ia dapat running otomatis pada saat mengakses flash disk tersebut.
File virus lainnya pun disimpan pada direktori baru di flash disk tersebut dengan nama Recycled yang berisikan file Firus.pif dan Folder.htt. Kesemua file virus tersebut dalam kondisi hidden sehingga tidak terlihat.
Virus Beraksi
Untuk dapat bertahan hidup, virus ini pun akan mencoba untuk memblok setiap program yang tidak ia inginkan seperti tools atau program antivirus termasuk PCMAV. Sama seperti halnya data registry yang diubah, data mengenai program apa saja yang diblok olehnya juga terdapat dalam tubuhnya dalam kondisi terenkripsi.
Jadi, saat virus sudah stay di memory, ia akan memonitor setiap program yang diakses oleh user, yakni dengan membaca nama file dan juga caption Window. Beberapa nama file antivirus yang dicoba untuk dibloknya adalah nav.exe, avgcc.exe, njeeves.exe, ccapps.exe, ccapp.exe, kav.exe, nvcoas.exe, avp32.exe, dan masih banyak lagi yang lainnya. Termasuk beberapa program setup atau installer juga tidak dapat dijalankan pada komputer terinfeksi.
Pencegahan dan Penanggulangan
PC Media Antivirus RC19 ini dapat membersihkan komputer terinfeksi secara tuntas dan akurat 100% setiap virus yang dibuat dengan menggunakan Fast Firus Generator. Untuk menghindari aksi blok oleh virus terhadap PCMAV, silakan Anda rename terlebih dahulu file PCMAV misalnya PCMAV-CLN.EXE menjadi MERDEKA.EXE.

Intel Centrino

INTEL CENTRINO

Tahukah Anda bahwa Intel Centrino bukanlah nama sebuah processor? dan tahukan Anda bahwa Intel Centrino adalah sebuah platform khusus yang didesain oleh Intel? Mungkin banyak yang tidak mengetahui apa itu arti kata Centrino, bahkan banyak juga yang mengartikan bahwa Intel Centrino itu adalah sebuah komputer atau notebook yang menggunakan processor dari Intel.

Informasi yang saya hadirkan berikut sedikit banyak akan menjelaskan apa itu Centrino. Tulisan ini saya ambil dari tabloid PC MILD Edisi 9/2009, dengan judul tulisan INTEL CENTRINO. Sebenarnya sudah lama saya ingin menulis artikel tentang Intel Centrino, karena kebetulan ada ulasan tentang Intel Centrino, tidak ada salahnya informasi ini saya bagikan pada Anda. Di bagian akhir tulisan nanti, saya akan berikan kesimpulan dengan bahasa yang lebih mudah dimengerti bagi Anda yang masih awam terhadap teknologi ini.

Centrino bukanlah nama CPU Mobile, melainkan sebuah platform khusus yang digagas oleh Intel. Istilah ini mencakup kombinasi tertentu dari chipset motherboard, interface jaringan wireless dan mobile CPU yang didesain untuk notebook.

Bertentangan dengan pendapat umum selama ini yang menganggap Centrino adalah processor notebook semata, Centrino sebenarnya adalah sebuah platform dengan komponen spesifik yang ditetapkan oleh Intel. Berbicara tentang Centrino berarti berbicara tentang platform yang terdiri dari processor, chipset, dan jaringan wireless. Sebuah notebook baru bisa disebut Centrino, apabila memiliki ketiga komponen diatas.

Platform sendiri menggambarkan sekelompok arsitektur hardware atau sebuah framework software yang mengizinkan software untuk dijalankan. Platform bisa berupa hardware, sistem operasi, bahasa pemrograman, atau GUI.

GENERASI CENTRINO
Sejauh ini, platform Centrino telah memiliki lima generasi. Platform Centrino generasi pertama, dengan codename Carmel, yang dirilis pada Maret 2003, dibangun berdasarkan CPU Pentium M (dengan core Barnias), chipset Intel 855 Express, dan jaringan wireless Intel PRO/Wireless 2100 (802.11b).

Pada Juli 2004, Intel meluncurkan generasi kedua dari platform Centrino, yang juga dikenal dengan codename Sonoma. Generasi ini didasarkan pada CPU Pentium M (dengan core Dotan), chipset Intel 915 Express, dan jaringan wireless Intel PRO/Wireless 2200 atau 2915ABG (802.11a/b/g).

Pada generasi ketiga, barulah kemampuan dual-core processing disematkan pada platform ini. Generasi ini juga dikenal dengan codename Napa, dilengkapi dengan processor Core Duo (core Yonah) atau Core 2 Duo (core Merom), jaringan wireless Intel 945 Chipset dan Intel PRO/Wireless 3945ABG (802.11a/b/g). Selain dual-core, terdapat juga platform Centrino Napa berbasis CPU Core Solo yang hanya memiliki core processing tunggal, seperti halnya pentium M. Namun sejak generasi ketiga ini, platform Centrino mulai disebut dengan Centrino Duo, untuk mengindikasikan CPU dual-core yang digunakannya.

Generasi keempat, dengan codename Santa Rosa, dibagi kedalam dua versi: Centrino Duo dan Centrino Pro. Perbedaan mendasar diantara keduanya adalah, Centrino Pro memiliki teknologi Remote Management berbasis hardware yang disebut Intel Active Management Technology (Intel AMT). Teknologi ini memungkinkan pengidentifikasian dan pemecahan masalah dari jarak jauh selama komputer terhubung dengan jaringan, meskipun dalam keadaan mati (selama sumber powernya masih ada). Sejak diluncurkannya Santa Rosa, sebuah komponen tambahan ditanamkan kedalam platform Centrino, yakni sebuah disk cache terintegrasi menggunakan flash memory untuk meningkatkan kinerja sistem, dan menghemat penggunaan baterai. Komponen ini disebut Intel Turbo Memory atau dikenal juga sebagai teknologi Robson.

Generasi kelima disebut Centrino 2, dengan codename Monteniva, juga memiliki dua versi: Centrino 2 dan Centrino 2 dengan teknologi vPro. Platform ini didasarkan pada processor Core 2 Duo atau Core 2 Quad processor 45nm (core Penryn), chipset seri Intel Mobile 4 Express (GL40, GS45, GM45, GM47 atau PM45), jaringan wireless Link seri 5000 yang mendukung koneksi hingga 450 Mbps (802.11 n). Generasi ini mensyaratkan penggunaan interface Gigabit Ethernet yang disediakan oleh sebuah chipset Intel 82567. Sementara versi vPro hanya mendukung keamanan vPro, dan teknologi remote management (versi baru dari Intel AMT).

CELERON CENTRINO???

Seperti disebutkan diatas, sebuah notebook hanya dapat disebut Centrino jika memiliki tiga komponen (atau empat plus teknologi Robson) yang ditetapkan oleh Intel. Bila sebuah notebook berbasiskan CPU Core Duo, tetapi tidak memiliki jaringan wireless Intel PRO/Wireless 3945ABG misalnya, tidak dapat disebut Centrino.

Kesalahkaprahan yang sangat umum terjadi adalah menganggap processor Celeron M termasuk ke dalam platform Centrino. Istilah “Celeron Centrino” merupakan rekayasa para pedagang komputer (khususnya notebook) untuk mengelabui calon pembeli. Platform ini tidak pernah ada. Singkatnya, meski sebuah notebook menggunakan chipset dan jaringan wireless dari platform Centrino, namun tidak menggunakan salah satu CPU dari kelima generasi Centrino diatas, notebook tersebut tidak bisa disebut Centrino.

Wajar jika ada oknum penjual yang membajak namanya untuk mengelabui konsumen atau menaikkan harga jual notebook mereka. Kenali dulu teknologi notebook Centrino sebelum memutuskan untuk memboyongnya ke rumah Anda. MI

Jadi tidak semua notebook atau komputer yang menggunakan processor Intel bisa dikatakan Intel Centrino. Sebuah notebook baru bisa dikatakan Centrino jika dia memiliki 3 komponen utama referensi dari Intel, yaitu processor Intel M hingga processor Intel Core 2 Quad, dengan chipset awal Intel 855 Express hingga Intel Mobile 4 Express, dan dukungan jaringan wireless 802.11a/b/g. Para produsen notebook terkemuka, seperti Thosiba, Acer, Lenovo, NEC, BenQ, ASUS, akan meberikan stiker pada notebook mereka dengan tulisan Intel Centrino jika memang notebook yang mereka hadirkan mengusung teknologi Intel Centrino. Untuk mengetahui apakah notebook atau komputer Anda termasuk dalam teknologi Intel Centrino, pastikan notebook atau komputer Anda memiliki 3 komponen utama seperti yang telah disebutkan diatas. Ingat!!! Centrino bukanlah nama processor dari Intel, melainkan gabungan dari 3 komponen dari Intel (processor, chipset, dan wireless).

Semoga informasi diatas dapat menambah wawasan Anda…